ILMU MAKAN TUAN

Hasil gambar untuk ilmu sesat

"Jadi begini nak, ada sebuah cerita di sebuah desa di negeri antah berantah, desa itu diserang wabah penyakit yang disebabkan oleh sebuah virus dan mengakibatkan banyak penduduknya meninggal, hingga akhirnya diturunkanlah banyak relawan dari kalangan medis diturunkan ke sana untuk menyelamatkan yang masih bisa diselamatkan, ada seorang anak lelaki yang berhasil diselamatkan, kemudian dia bercita-cita menjadi seorang ahli virus dan bakteri agar dapat menolong banyak desa yang mengalami nasib yang sama dengan desanya.

Anak ini kemudian dibawa ke kota dan dibesarkan di sebuah panti asuhan, anak ini kemudian tumbuh menjadi seorang anak yang sangat jenius, dia benar-benar gigih mewujudkan cita-citanya itu. Hingga 20 Tahun kemudian anak ini dikenal sebagai seorang ilmuwan terkenal yang ahli di bidang virus dan bakteri. Karirnya sangat bagus, diapun memiliki istri yang sangat cantik dan memiliki seorang anak, kehidupannya sangat harmonis.

Namun entah kenapa semakin dia mempelajari tentang virus dan bakteri dia justeru menjadi orang yang paling takut dengan virus dan bakteri, hidupnya semakin sterill, lama-lama tanpa dia sadari dia mulai menjaga jarak dengan manusia, pola hidupnya mulai mengganggu kehidupan rumah tangganya, sampai akhirnya dia mengisolasi dirinya, bila keluar menggunakan pakaian layaknya astronot, siapapun yang masuk ruangan dan rumahnya harus melewati proses sterilisasi.

Lama-lama dia menjadi seperti orang yang anti sosial, kebebasan dan kebahagiaan hidupnya hilang, hidupnya dipenuhi dengan ketakutan, ketenaran, kekayaan dan kesuksesannya tidak lagi berguna baginya, pada akhirnya ilmu yang dipelajarinya malah membuatnya menjadi seorang narapidana dan merenggut kehidupannya.

Nak begitu banyak manusia di luar sana yang memiliki jalan hidup seperti si anak desa tersebut, banyak orang yang belajar dan sekolah begitu tinggi, tapi pada akhirnya justru sekolahnya membuatnya menjadi manusia bodoh, kemudian melihat segala sesuatu hanya dari teori yang dia pelajari, banyak yang siang malam bekerja mencari rejeki yang awalnya agar dia bisa membahagiakan keluarga, agar bisa hidup tenang dan punya  lebih banyak waktu dan kebebasan, tanpa sadar malah justru mengorbankan waktu, keluarga, kebebasan dan kebahagiaan demi pekerjaan dan ambisinya.

Begitupun dengan agama, tak sedikit orang yang kemudian memiliki nasib seperti si anak desa tersebut setelah dia beragama, bukannya menjadikan mereka menjadi sosok yang semakin manusiawi, yang semakin terasah kepekaan sosialnya, malah tak sedikit yang semakin menjadi pribadi yang merasa paling benar sendiri hingga cenderung menjadi anti sosial dan mengisolasi diri dari semua orang yang berbeda dengan sudut pandangnya.

Ingatlah nak apapun pendidikanmu, apapun pekerjaanmu, harta dan jabatan yang kau miliki, itu semua hanyalah kendaraan untuk mengantarkanmu menuju tujuan akhirmu, jangan sampai kamu terjebak menjadikan mereka sebagai tujuan, yang akhirnya hidupmu terbelenggu dan dikendalikan oleh harta, tahta dan ambisimu." Nasihat Kang Sadar pada keponakannya yang sedang bingung memilih jurusan sekolah yang harus dia ambil.

Segelas Teh Tubruk Waktu Dhuha

Salam
Donie Pangestu
Life Coach I Trainer  
Entrepreneur I Social Worker 

Founder Gradasi Foundation

Share this:

CONVERSATION

0 komentar:

Posting Komentar