JODOHKU JALAN TAUBATKU

Hasil gambar untuk Jodoh dan jalan taubat

Tiba-tiba seorang ustadz dalam sebuah pengajian berkata bahwa Kanjeng Nabi pernah bersabda : "Ketika ada orang shalih melamarmu.. Maka jangan ditolak. Kalau ditolak akan mendatangkan bencana."
Ah perang berkecamuk dalam bathinku, hadits itu diperdengarkan tak lama berselang setelah seorang pria shalih, penghafal, pengamal dan pengajar al-Qur'an memintaku menjadi istrinya, fisiknya tidak sempurna bahkan berjalan pun harus dibopong kemana-mana atau menggunakan kursi roda, tapi dia memiliki keimanan dan keshalihan yang begitu sempurna bila dibandingkan denganku.

Rasa itu belum ada, kenapa hadist rosull itu begitu sangat kuat terngiang di telingaku. itu hadist berarti perkataan Rosul. Mana mungkin aku bisa gak manut? Yang jadi masalah kan fisiknya? Berarti itu tanggung jawab mama dan papa. Kalau mereka menolak Kan aku nurutin orang tua.? Ga nyalahin aturan alloh juga? Orang tua kan perwakilan alloh dimuka bumi.

Begitulah perang yang berkecamuk di bathin Desi, seorang muslimah cantik, mapan dan shalihah, seorang yang tengah berusaha menempuh jalan taubat, siang dan malam berdo'a dan bersujud membanjiri sajadah dengan air mata taubat, hingga memohon kepada Allah diberikan jodoh terbaik yang akan mengantarkannya meraih ridho Allah.

Dulu apa yang kurang dari seorang desi, otak yang cerdas, wajah yang rupawan, karirnya sebagai orang kepercayaan pemilik perusahaan tambang pasir besar begitu menjanjikan, dunia seakan mengikutinya, sholat hampir selalu disaat yang tepat, namun penampilannya mengundang para pria bermaksiat, hingga hidayahpun hadir setahap demi setahap mengantarkannya pada pintu taubat.
Tak heran kenapa Allah begitu mencintai orang-orang yang bertaubat, karena jalan taubat itu begitu berat dijalankan namun bila sudah berhasil melaluinya begitu banyak nikmat yang didapat. Dalam perjalanan taubatnya begitu banyak ujian yang harus ditempuhnya, mulai dari membangun usaha yang berujung pada kerugian karena ditinggal teman-temannya, hingga cibiran dan pandangan miris didapatnya dari tetangga, saudara bahkan tak luput dari orang tua.

Namun tekadnya bertaubat yang begitu kuat membuatnya mampu melewati semua itu, di puncak taubatnya dia ingin genapkan agamanya, meminta jodoh terbaik yang mampu membuatnya senantiasa istiqomah di jalan taubat, bahkan membuatnya semakin mencintai Allah dan Rosulnya, begitulah keimanan, tak mungkin disebut beriman bila belum pernah diuji.

Do'a nya meminta jodoh yang bisa membuatnya meraih ridho Allah, kemudian Allah uji, Allah kirimkan seorang yang shalih namun fisiknya tak sesuai egonya, diantara banyak pria yang secara kasat mata begitu sempurna, terselip di antaranya seorang pria shalih dengan fisik yang tak sempurna melamarnya, Allah mengujinya apakah dia mampu Ridho dengan kehendak Allah atau tidak?
Begitulah bila Allah sudah berkehendak, walaupun dalam hatinya terbersit sedikit asa orang tuanya menolak, namun kenyataan tak sejalan dengan harapannya, orang tua dan keluarganya menerima dengan baik, tak lama berselang setelah khitbah pernikahan pun terjadi.

Adapun Ustadz Isa, pria shalih itu, bukan seorang pria sembarangan, dengan kondisi fisiknya yang kurang sempurna, bukan berarti  dia tidak berfikir kemungkinan akan ditolak lamarannya, bahkan dia sudah menyatakan kesiapannya untuk ditolak, namun pemahamannya akan al-Qur'an mengantarkannya memiliki keyakinan dan kepasrahan yang kuat pada Allah, hingga ketika ia jatuh cinta, bukanlah sang gadis atau orang tuanya yang ia dekati, tetapi Allah Sang Pemilik semua makhluk yang pertama ia dekati.

Seperti kisah Ali yang memendam cinta pada sayyidatina fathimah, Ali adalah seorang pemuda shalih yang tahu diri, namun dia yakin tak ada yang tak mungkin bagi Allah, maka yang pertama Sayyidina Ali dekati adalah Allah, dengan semangat meraih ridho-Nya, dia merajuk, bila fathimah menjadi jalnnya meraih cinta Allah maka jadikanlah fathimah jodohnya, dan Allahpun mengabulkannya,

Begitupun Muhammad Isa, saat dia jatuh hati, dia tak ingin rasa cintanya menjadi penghalang dirinya dari Allah, dia dekati Allah, dia meminta petunjuk kepda Allah, dan gayungpun bersambut, Allah gerakkan orang tua sang gadis menerima lamarannya, bahkan pernikahanpun bisa dilangsungkan dalam waktu yang begitu cepatnya. Dan benarlah janji Allah, betapa Dia mencintai hamba-hamba yang bertaubat, kini Desi merasakan hidup berlimpah keberkahan dan kebahagiaan, pertolongan dan kasih sayang Allah tak henti-hentinya mengalir deras atas keluarga mereka.

Akhirnya setelah 2 tahun menikah, Desi bisa menjawab kenapa dia mau menerima Muhammad Isa sebagai suaminya? jawabannya :

"aku hidup di dunia ini, semata mata hanya mencari Ridha Alloh."
Ridha alloh itu yang seperti apa?

Ridha alloh itu .. Yang disukai, disenangi, disayangi, dicintai Alloh (Q.S. An Nisa 114)
Kenapa harus ridha alloh???

yahh karena Ridha alloh lebih besar dari surga itu sendiri.


Q.S. Attaubah:72

Saat meminta bantuan dari Allah maka sempurnakan kepasrahanmu, tundukkan egomu, cegahlah rasio dan kehendak egomu untuk ikut campur, serahkan semuanya pada Allah, maka biarkan takdir dan kuasa Allah yang bekerja, kemudian terimalah dengan penuh keikhlashan dan kesyukuran. Saat kepasrahanmu telah sempurna maka saat itulah pertolongan Allah akan datang.

Secankir Kopi Espresso Gorontalo di sepertiga malam

Salam
Donie Pangestu
Coach, Trainer & Social Worker 
Founder Gradasi Foundation

Share this:

CONVERSATION

0 komentar:

Posting Komentar