Jodoh Yang Tak Dirindukan

Sering ada yang bertanya, mengapa jodoh yang datang seringkali bukan yang kita harapkan? Sini kuceritakan sebuah kisah nyata.

Sebut saja namanya teh Susi, seorang wanita yang inspiratif dan sudah seperti kakak buatku. Beliau adalah seorang wanita tangguh,  seorang IBU yang hebat,  seorang istri yang luar biasa dan seorang muslimah yang sangat shalihah. Beliau kini sudah menikah yang kedua kalinya.

Dulu beliau seorang pengusaha konpeksi yang cukup berhasil,  keluarganya sangat bahagia,  suaminya sangat mencintainya,  kebahagiaannya semakin lengkap karena dikaruniai 2 orang anak.
Namun ujian berat kemudian harus dihadapinya,  saat harus mengantarkan pesanan konpeksi malam-malam dan menggunakan sepeda motor beliau bersama suaminya kecelakaan,  suaminya meninggal dunia.

Akhirnya saat dirundung duka,  beliau menyibukkan diri memperbanyak ibadah dan mengaji.
Karena beliau masih muda usia masih 28 an saat itu,  ditambah Allah beri beliau rupa yang cukup elok, maka banyaklah yang melamarnya,  dari mulai yang berstatus duda hingga bujang yang beda usianya 7 tahun,  dan beliau tolak semuanya.

1 hal yang paling dikenal dari beliau oleh teman dan kerabatnya yaitu beliau paling anti dengan yang namanya poligami,  tak sedikit yang datang melamarnya memintanya jadi istri kedua dan beliau tolak,  bila ditanya teman-temannya tentang jodoh beliau selalu menjawab asal gak jadi istri suami orang.

Qodarullah,  takdir Allah berkata lain,  kini beliau sudah menikah lagi,  beliau memang tidak jadi istri kedua,  tapi beliau menjadi istri ketiga.

Suaminya seorang yang sangat shalih, pria yang gagah dan rupawan,  pengusaha yang sukses,  Muslim yang sangat taat,  suami yang penuh cinta dan mampu bersikap adil,  ayah yang hebat.  Hidupnya kini tak kalah bahagia dibanding dengan pernikahan pertamanya.


Setiap ada yang berbicara miring tentang poligami beliau sekarang selalu bilang jangan main-main dan menilai buruk tentang takdir Allah.

Masya Allah,  seperti yang pernah saya ceritakan,  saat kita meminta pada Allah jodoh terbaik maka beri yang sesuai dengan kebutuhan kita, walaupun seringkali kado dari-Nya itu tidak sesuai dengan keinginan kita.

Teringat nasihat salah seorang guru seringkali Allah membiarkan hamba-Nya bekerja bersusah payah,  hingga menyerah,  dan merasa tak ada lagi tempat bergantung selain sama Allah,  barulah Allah membantu hamba-Nya saat dia benar-benar pasrah.


Jodoh kita belum dihantarkan pada kita mungkin karena kita masih mencari yang sesuai dengan ego kita, fisik yang sempurna,  wajah yang elok,  harta yang melimpah dan semua syarat lainnya, belum benar-benar pasrah sama Allah. Padahal bukankah Kanjeng Nabi menekankan pada kita dalam mencari jodoh itu utamakanlah agamanya?

Secankir Kopi Jambi Espresso

Salam
Donie Pangestu
Coach, Trainer & Social Worker 
Founder Gradasi Foundation

Share this:

CONVERSATION

0 komentar:

Posting Komentar