HANYA TUHAN YANG TAHU


Hari itu si pandir begitu senang sebab ayahnya memberi dia sebuah sepeda motor, meskipun itu hanyalah sebuah sepeda motor tua, sepeda motor bebek tahun 70, si pandir sangat mensyukurinya dan merawat motor itu dengan sangat baik, hingga suatu hari dia bertemu seorang kolektor sepeda motor antik yang ingin membeli motornya dengan harga yang fantastis, namun si pandir menolaknya, dia tidak ingin menjual barang yang merupakan hadiah kasih sayang ayahnya itu, bodoh sekali kataku padanya, kenapa kau tidak menjualnya saja? kau bisa beli 2 motor baru dengan uang itu, si pandir hanya tersenyum menanggapi pertanyaan saya itu, dia bilang kasih sayang ayahku lebih berharga dari apapun, dan saya gak mau membuatnya kecewa karena saya menjual motor yang dia beli dari hasil perjuangan dan tetesan keringatnya.


Sehari berselang setelah kejadian kejadian motornya ditawar seorang kolektor, saya dan si pandir pergi ke bank, dan motor si pandir hilang dicuri orang, lalu saya berkata pada si pandir, tuh kan brur coba kalo ente jual kemarin, si pandir tersenyum sambil mengucap "Alhamdulillaah, Innalillaahi wa inna ilaihi rooji'uun, masih untung brur motor saya yang di ambil saat saya gak ada, coba kalau pas lagi saya naikin? atau coba bila kemarin itu saya jual, lalu kita pergi ke bank hari ini bisa jadi tidak hanya motor atau uang yang hilang tapi keselamatan diri kita pun terancam, lagian tuh motor pan cuma titipan dari Allah, bisa jadi tuh yang nyuri memang Allah gerakin buat nyuri motor saya bukan motor lain yang jauh lebih bagus, memang Allah mau ngambil lagi tuh motor. Yah dan saya kembali dibuatnya tak bisa menjawab.


Dua hari berselang, salah seorang kawan menelpon bila sepeda motor si pandir sudah ketemu dan sekarang ada di kantor polisi, saat kami mengambilnya ternyata kami dapat cerita bagaimana motor itu ditemukan, ternyata saat itu si pencuri sedang mencopet sebuah tas seorang ibu yang sedang menuju Rumah Sakit sebab anaknya harus dioperasi hari itu juga, bila tidak nyawanya tak akan tertolong, dan uang itu dia dapat dari hasil menjual sawah yang menjadi sumber pencahariannya, namun naas bagi si pencopet motor yang dibawanya tiba-tiba mogok, dan dia berhasil ditangkap warga, si ibu pun bisa mengoperasi anaknya. Sipandir tersenyum senang, dia melirik padaku sambil berkata, tuh kan brur pasti ada hikmah yang Allah kehendaki dalam setiap kejadian.


Seminggu kemudian si pandir meminta saya mengantarnya ke stasiun kereta, dia harus berangkat ke jogja naik kereta malam karena ada tender penting yang harus dia ikuti besok pagi nya, ditengah perjalanan motor tuanya itu tiba-tiba mogok lagi dan akhirnya si pandir ketinggalan kereta, kembali saya berkata pada si pandir, tuh kan brur gara-gara motor tua ini kamu jadi ketinggalan kereta dan kehilangan client penting, coba bila tempo hari ente jual dan beliin motor baru, si Pandir kembali hanya tersenyum tanpa sedikitpun ada tersirat rasa penyesalan dalam raut wajahnya, dia kembali hanya mengucap "Alhamdulillaah Innalillaahi wa inna ilaihi rooji'uun, Allah Maha Mengetahui brur.


Pagi hari media televisi dan social soscial media dipenuhi dengan berita kecelakaan tergulingnya kereta api yang seharusnya ditumpangi si pandir tadi malam, banyak korban jiwa dan korban luka, astaghfirullaah batinku dalam hati, andai saja kemarin motor si pandir gak mogok, pasti dia akan ikut celaka dan mungkin dia termasuk salah satu korban meninggal,  benar kata si pandir Allah Maha mengetahui, dua minggu berselang setelah kejadian televisi diramaikan dengan berita tentang kasus korupsi pada sebuah proyek yang seharusnya saat itu si pandir ikuti, ternyata proyek itu bermasalah, dan semua yang ikut tender pun terseret, walau hanya sebagai saksi. Kembali hatiku membatin, seandainya saat itu motor si pandir tidak mogok, niscaya dia akan ikut terseret kasus ini.


Bagaikan ada sebuah godam yang memukul kepala ku dengan sangat keras dan menyadarkanku. Duh Gusti ampuni kerapuhan imanku yang membuatku selalu berburuk sangka kepada-Mu dan tak mampu berserah diri secara sempurna kepada-Mu, tiba si pandir mengirimiku sebuah pesan singkat yang berisi penggalan ayat :


"...Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia sangat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui." (Al-Baqarah : 216)

Secangkir Kopi Susu bersama 1 pak Sus Durian

Salam
Donie Pangestu
Coach, Trainer & Social Worker 

Founder Gradasi Foundation

Share this:

CONVERSATION

0 komentar:

Posting Komentar