TAHU DIRI DONG


Bagaimana bila ada orang yang numpang hidup di rumah kita, dikasih makan sama kita, seluruh hidupnya kita fasilitasi dengan fasilitas terbaik, kita jamin segala kebutuhannya terpenuhi, tapi orang itu bersikap tak tahu diri dan tak tahu malu? gak mau bekerja, bersikap sok berkuasa, tidak menghargai kita, suka pamer dan mengaku-ngaku bila semua fasilitas yang kita pinjamkan kepadanya adalah miliknya dan hasil kerja kerasnya, hidup seenaknya tak mau mengikuti aturan main di rumah kita, dan selalu komplain, ngeluh bahkan sampai menjelek-jelekkan kita bila mendapat hidangan atau fasilitas yang tidak sesuai dengan selera egonya. Kira-kira bagaimana perasaan dan penilaian kita bila ditumpangi orang yang seperti itu?

Mungkin begitulah gambaran hidup kita, seringkali bersikap seperti orang yang hidup numpang tapi bersikap tak tahu diri dan tak tahu malu seperti cerita di atas. Bukankah kita hidup di dunia ini hidup di bumi Allah, menggunakan fasilitas Allah, hidup dengan menikmati hidangan (rejeki) yang telah Allah sediakan untuk kita, serta mendapat jaminan pemenuhan kebutuhan hidup terbaik dari Allah?

Lalu bagaimana bila kita tak mau beribadah, tak mau mengikuti aturan Allah, sok berkuasa mengatur dunia, merasa bangga dengan prestasi, harta, jabatan dan ilmu yang dimiliki padahal semua itu sebenarnya bukan milik kita tapi hanya fasilitas pinjaman dari Sang Tuan Rumah yaitu Allah SWT. Lalu kita selalu berkeluh kesah bahkan tak jarang hingga menyalahkan Allah saat menerima takdir yang tidak sesuai dengan selera ego kita?

Bila kita melakukan semua perbuatan tersebut di atas bukankah berarti kita sungguh menjadi orang yang tak menghormati Allah? Bukankah berarti kita adalah orang yang sangat tak tahu diri dan tak tahu malu? Lihatlah topeng monyet, monyet saja tahu diri dia patuh dan mau mengabdi kepada tuannya yang telah memeliharanya, lalu apakah kita masih mau merasa diri sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang paling mulia?

Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang tahu diri dan tahu malu dalam menjalani kehidupan di dunia ini.

Secangkir kopi susu dan sepiring pisang bakar


Salam
Donie Pangestu
Coach, Trainer & Social Worker 
Founder Gradasi Foundation

Share this:

CONVERSATION

0 komentar:

Posting Komentar