GUYONAN YANG DIIJABAH


Ceritanya pada tanggal 12 Februari 2016 saya bersama beberapa kerabat dan shahabat membantu sepasang pengantin menikah, hingga saat itu saya menjadi saksi nikah sedangkan status saya belum menikah.

Gara-gara menjadi saksi nikah kawan-kawan bercanda, "Bagaimana ini belum nikah kok sudah jadi saksi nikah?" lalu sambil guyon pula saya jawab "Gak apa-apa hari ini saya bantu orang nikah dan menjadi saksi nikah bulan depan saya yang menikah.". Benar Kata Kanjeng Nabi setiap ucapan itu adalah do'a, ternyata guyonan saya itu mungkin diaminkan malaikat kemudian dikabulkan oleh Allah.

Tepat 31 hari kemudian pada tanggal 14 maret saya dipertemukan dengan jodoh saya, syari'atnya saat itu kami dipertemukan dalam acara kolaborasi komunitas tanggap bencana banjir Kabupaten Bandung. Berawal dari guyonan adik saya dan relawan yang lain menjodohkan.

Ternyata kembali Allah mengabulkan guyonan itu, dengan cara yang amazing 13 hari dari pertemuan pertama, tiba-tiba pada tanggal 27 maret 2016 yang saya, istri dan kedua keluarga kamipun tidak pernah menyangka bahwa hari itu kami menikah. Pantas Islam mengajarkan berkatalah yang baik atau diam, sebab karena ucapan adalah do'a, guyonan sekalipun itu adalah do'a, untung yang dikabul guyonan yang baik, bagaimana bila ternyata guyonan atau ucapan buruk saat emosi yang dikabulkan?!

Secangkir coklat panas



Salam
Donie Pangestu
Coach, Trainer & Social Worker 

Founder Gradasi Foundation

Share this:

CONVERSATION

0 komentar:

Posting Komentar