Man Robbuka?


Di penghujung malam, tiba-tiba aku teringat sebuah ayat yang menampar dimensi kesadaranku, memaksaku menyelami kedalaman hatiku, menelanjangi rasa yang melingkupi kalbuku.

"Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat dzalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal)." (Al-Baqoroh : 165)

Benarkah kita yakin bahwa Tuhan kita adalah Allah? benarkah kita yakin hanya Allah satu-satu nya tempat kita bergantung dan berharap? Saat kita berazzam memiliki mimpi dan keinginan apa yang pertama kali kita lakukan? berdo'a meminta dan berserah kepada Allah atau berusaha memutar otak,mendata sumberdaya yang dimiliki diri,membuat SWOT analisis? menghubungi relasi dan kerabat?


Siapa yang pertama kali terfikir untuk kita datangi dan mintai pertolongan? Allah kah? atau orang-orang yang kita anggap memiliki potensi yang memungkinkan dimintai bantuan atau apa yang kita punya dan bisa kita lakukan?

Bukankah Tuhan itu adalah Dia yang paling banyak menyita waktu kita, tenaga, fikiran dan harta kita? Bukankah Tuhan itu adalah Dia yang segala apa yang kita lakukan demi untuk-Nya, Dia yang kita merasa takut kehilangan-Nya? pertanyaannya siapakah yang paling mendominasi fikiran, perasaan,tujuan dan kehidupan kita? Manusia? Pekerjaan? Kesenangan? Keinginan? dan siapa yang kita sangat takut, khawatir dan tidak mau kehilangannya?dan merasa bersedih saat harus berpisah dan kehilangan dirinya?

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal." (Al-'Anfāl:2) 

Ayat di atas menggambarkan perasaan seorang pecinta, pertanyaannya siapakah yang setiap kita mendengar namanya, mengingatnya membuat hati kita berdesir dan bergetar, siapakah yang semakin sering kita mendengar cerita2nya, kisah-kisahnya, semakin dekat dan mengenalnya semakin bertambah rasa cinta kita kepadanya? dan kepada siapa kita bergantung, berserah diri, menjadikannya sebagai tujuan dan tambatan hati serta tujuan hidup kita? Jangan-jangan kita termasuk orang yang disebut dalam surat al-Baqarah 165 diatas yang mencintai dan menyembah tandingan-tandingan Allah seperti kita menyembah dan mencintai Allah?

Dan bila kita mengaku mencintai Allah, mencoba mengejar ridho Allah tapi justru energi, perasaan, fikiran dan seluruh sendi dan kehidupan kita justru lebih berat pada selain Allah pertanda kita termasuk orang yang Munafiq dan termasuk pada orang yang Allah sebut dimatikan hatinya, ditutup pendengaran dan penglihatannya oleh Allah?

Na'uudzubillaahi min dzalik semoga kita termasuk orang yang diberi hikmah dan petunjuk serta pemahaman seperti yg disebut Allah dlm al-Baqarah 269.

"Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah)." (Al-Baqarah : 269)

"Rebahkan pikiranmu. Jangan biarkan ia menjatuhkan bayang atas rembulan hatimu. Pemikiran ... biarkan ia pergi." - Rumi -

Secangkir Kopi Susu dan Soes Durian



Salam 

Donie Pangestu

Donie Pangestu
Coach, Trainer & Social Worker 
Founder Gradasi Foundation

Share this:

CONVERSATION

0 komentar:

Posting Komentar