Menjual Cinta


Bila ada seorang gadis muda kemudian tiba-tiba saya datang menghampirinya kemudian berkata : "Hallo saya Donie saya seorang pria ganteng, baik hati, saya seorang pengusaha, dan saya adalah seorang tipe seorang pria yang sangat dia butuhkan, saya menyukai dia, saya ingin mengajak dia kencan malam ini dan menjadikan dia sebagai istri saya." apa kira-kira yang dia fikirkan dan reaksi yang dia berikan? Saya sangat yakin dia akan menganggap saya orang gila, kurang ajar, sombong, kepedean, dan reaksi dia langsung mengumpat saya bahkan tak menutup kemungkinan dia akan memberi tdia telapak tangan di pipi saya.

Tapi bagaimana bila sebelum saya menghampiri dan mengajak dia makan malam, saya mencari tahu dulu tentang siapa dan bagaimana dia, apa saja kebiasaan dan kegiatan dia, serta mencari tahu apa hal yang paling dia sukai, hingga akhirnya saya tahu bila dia seorang penyuka karya sastra, dan dia sangat mencintai karya-karya Kahlil Gibran, dan saya tahu dia sedang mencari buku sayap-sayap patah, lalu saya sedikit mempelajari karya-karya Kahlil Gibran, dan membeli beberapa buku Kahlil Gibran termasuk Buku sayap-sayap patah. 

Setelah semua informasi tentang dia lengkap saya dapatkan dan buku-buku yang saya butuhkan sudah saya dapatkan, besoknya saat saya melihat dia sedang duduk di sebuah kantin, saya melihat situasinya sudah sangat kondusif, kemudian saya berjalan melewati dia sambil pura-pura membaca buku, saat tepat berada di samping dia saya pura-pura terjatuh dan menjatuhkan buku Kahlil Gibran yang sedang saya baca danbuku itu adalah buku sayap-sayap patah yang dia cari, saya yakin dia akan melihat saya, tanpa sadar mata dia akan tertuju pada buku sayap-sayap patah itu.

Bila sudah seperti itu saya cukup yakin dia akan mencoba sedikit memberi bantuan dan bertanya bagaimana keadaan saya? pandangan dia akan tertuju pada buku yang sedang saya baca, bila dia tidak memulai bertanya apakah saya seorang penyuka Kahlil Gibran, saya yang akan mendahului bertanya ketika melihat dia sedang terpesona melihat buku yang sedang dia cari, "Mbak penyuka Kahlil Gibran jugakah?" kemudian dia akan menjawab "Iya mas, kebetulan saya sudah lama nyari buku sayap-sayap patah yang lagi mas baca itu." Wah yang bener mbak? Ini juga saya beli kemarin dari kawan saya mbak, mbak ada waktu sore ini setelah jam 5 atau selepas maghrib? Kalau mbak mau dan ada waktu kita ketemu di café sekitar sini, nanti saya bantu belikan dulu ke temen saya, dan nanti saya kasih ke mbak, gimana?” Dan saya yakin seandainya jadwal dia kosong dia akan menerima tawaran saya, dan akhirnya misi saya ngajak dia kenalan dan makan malam akan terlaksana.

Anggap saja gadis di atas adalah anda, kemudian ada seseorang tiba-tiba mendekati anda dan tanpa basa-basi menawarkan pada anda sebuah produk, atau ada orang yang anda kenal setiap ketemu anda kerjaannya menawari anda barang dagangannya dengan cara yang seolah memaksa, atau ada orang yang kalau di WA kerjaannya hanya ngiklan kira-kira bagaimana perasaan dan reaksi anda? Saya yakin sebagian besar dari anda akan merasa risih, sebel, dan sangat terganggu.

Tapi bayangkan ketika anda sedang sangat membutuhkan sesuatu apakah itu solusi dari masalah yang sedang anda hadapi, atau sesuatu yang membuat mimpi anda saat ini terwujud, kebahagiaan hidup anda terpenuhi, atau sesuatu yang dibutuhkan untuk membahagiakan orang yang anda cintai saat ini, apalagi ditawarkan dengan cara yang sangat anda sukai, saya yakin anda akan langsung membeli produk yang ditawarkan bila kondisinya memungkinkan, bahkan bias jadi tanpa piker panjang dan tanpa berusaha menawar.

Jadi ketika kita menjual produk kita, jangan menawarkan apa yang menurut kita bagus dan menurut kita menjadi keunggulan produk kita, apalagi dengan cara yang cenderung memaksa atau membuat target customer kita merasa terganggu, tapi carilah manfaat apa yang ada dalam produk kita yang mampu menyentuh rasa cinta konsumen, tentunya sebelum itu kenali dulu siapa dan bagaimana target konsumen anda, serta apa yang mereka sangat cintai dan sangat mereka butuhkan saat ini. Hal ini tidak hanya berlaku pada produk real saja, tapi juga pada produk jasa atau bahkan untuk kegiatan sosial yang dilakukan sekalipun, contohnya Iklan yang saya buat bersama tim Gradasi dalam salah satu kegiatan penggalangan dana dari gerakan ASIK (Ayo Selamatkan Indonesia Kita).

Targetnya adalah para single yang sudah mulai bosan menjomblo, yang sudah segera ingin bertemu jodoh, para single yang sudah bosan ditanya kapan nikah tapi masih belum ketemu jodoh yang mau menerima lamarannya, atau seorang yang sudah mulai frustasi karena cinta yang masih bertepuk sebelah tangan, nah saya bersama tim kreatif saat itu menjadikan donasi untuk para jompo du’afa itu menjadi salah satu alternatif solusi terbaik untuk mewujudkan mimpi mereka. (Gambar campaign bisa di lihat di cover)


Jadi mulailah mencari tahu siapa dan bagaimana target konsumen anda, kemudian cari apa yang bisa membuat konsumen anda membutuhkan bahkan jatuh cinta dari produk yang anda miliki, dan tawarkanlah dengan cara yang paling disukai oleh target konsumen anda, atau bila anda seorang Jomblo yang sedang mengejar cinta, maka carilah apa yang targetmu cintai dan bisa kamu penuhi, dan tawarkan dengan cara yang paling dia sukai, Insya Allah persentase kemungkinan anda diterima akan sangat besar. Selamat mencoba!😊😊😊

Salam
Donie Pangestu
Coach, Trainer & Social Worker 
Founder Gradasi Foundation

Share this:

CONVERSATION

0 komentar:

Posting Komentar