Back Up & Back Bone Media


Pertama kembali saya ingatkan sebelum menentukan siapa target pasar kita dan strategi pemasaran apa yang akan kita buat dan media marketing apa yang akan kita gunakan, fahami dulu apa dan bagaimana produk kita, setelah kita faham betul apa dan bagaimana produk kita baru kita bisa menentukan siapa target pasar yang tepat untuk produk kita. Setelah kita tau siapa pengguna produk kita atau target pasar kita, kemudian kenali bagaimana pasar kita, baru setelah itu kita tentukan strategi serta media atau saluran promosi dan pemasaran yang tepat.

Nah bicara media serta saluran promo dan marketing ada 2 macam, yaitu back bone dan back up marketing. Back bone marketing artinya saluran serta media promo dan pemasaran utama, di mana melalui saluran sertta media itulah kita meng grab pasar kita, saluran tempat berkumpulnya atau media yang sering digunakan oleh target pasar kita untuk mencari produk yang mereka cari. Singkatnya back bone ini saluran dan media jualan utama.

Sedangkan back up adalah saluran serta media untuk menguatkan brand, menyebar informasi, mengundang, meyakinkan target pasar dan sebagainya.  Misalkan gini, kalau produk kita makanan maka saluran dan media kita yang utama buat jualan kecenderungannya bukan lewat on line tapi justru off line, karena pada dasarnya konsumen makanan lebih senang datang ke tempat makanan itu ada, mereka cenderung senang menikmati suasananya, atau memilih makanannya.

Coba kita lihat toko oleh-oleh seperti kartika sari, selalu dipenuhi pengunjung, baik pembeli dalam dan luar kota, padahal toko kartika sari ada di daerah yang cenderung macet, tapi mereka tetap datang ke sana, logikanya daripada bersusah payah macet-macetan, berjubel ngantri udahmah cape, bensin boros, panas, waktu terbuang mending pesen via gojek atau via toko on line. Nyatanya tidak mereka memilih datang, melihat-lihat, menikmati sensasi memilihnya.

Sama dengan produk makanan teman-teman di sini, saluran pemasaran yang paling tepat adalah toko offline, di mana kita berinteraksi langsung dengan konsumen, bila kita belum punya tempat sendiri kita bisa nebeng atau menitipkan produk kita di toko orang lain, tinggal PR kita adalah bagaimana menemukan toko dengan lokasi yang strategis tempat yang banyak dilewati atau berkumpulnya target pasar kita. Adapun media on line hanya sebagai back up marketing, hanya pendukung, sebagai layanan tambahan, atau sebagai media branding serta media promo untuk menginformasikan produk kita.

Berbeda dengan produk fashion, nah produk fashion ini kalau untuk kalangan menengah ke atas toko off line jelas sebagai back up, tapi untuk produk-produk menengah ke bawah online store bisa dijadikan media back bone, sebab pakaian tidak akan basi, cukup melihat gambar orang sudah bisa merasa cocok, pengiriman pun tidak ribet, kalaupun gambar dan aslinya tidak terlalu sama yah tidak terlalu rugi, serta banyak alasan lainnya.

Bagaimana dengan produk jasa seperti pabrik packaging, konsultan desain, atau produk supply?
Nah untuk produk jasa jelas toko off line back bone nya, bentuknya kantor atau workshop, perlu interaksi langsung dengan konsumen. Media on line kecenderungannya  hanya untuk back up, untuk meningkatkan branding, menyebarkan informasi tentang brand dan produk kita.

Apakah semua bisnis yang berkaitan dengan fashion back bone nya harus on line, atau apakah setiap produk makanan dan jasa back bone nya harus selalu off line? tidak juga, sekali lagi kembali saya ingatkan fahami dulu produk kita, kemudian tentukan target konsumennya lalu kenali dengan baik target siapa dan bagaimana target konsumen kita, baru kita akan lebih mudah mengetahui media apa yang harus kita jadikan back bone dan media apa yang harus kita jadikan back up. 

Salam 
Donie Pangestu
Coach, Trainer & Social Worker 
Founder Gradasi Foundation

Share this:

CONVERSATION

0 komentar:

Posting Komentar