MATA UANG SOSIAL




Baiklah masih ingat iklan rokok marlboro yang menunjukkan tokoh koboy yang akhirnya membuat rokok marlboro menjadi rokok yang digandrungi anak muda?


Masih ingat iklan motor mio yang dibintangi agnes monika dengan slogan motor wanita pertama Indonesia kemudian membuat Mio tiba-tiba dikenang sebagai motor matic pertama di Indonesia, padahal sebelumnya sudah ada kymco dan honda nouvo?
Masih ingat bagaimana dulu rokok djarum coklat yang awalnya dikenal sebagai rokoknya orang tua di desa kemudian ketika membuat iklan yang dibintangi oleh grup band padi, band gigi dan nugi dengan latar alam pegunungan kemudian menjadi rokoknya anak muda pencinta alam?
Masih ingat bagaimana iklan tolak angin dengan slogan orang pintar minum tolak angin tiba2 membuat produk jamu tolak angin yang identik hanya dikonsumsi orang desa dan masyarakat pinggiran kemudian menjadi produk yang diterima semua kalangan baik di kota maupun di desa?



Atau bagaimana produk-produk branded dengan harga selangit seperti tas merk LV, Prada, atau jam rolex, mobil ferari begitu diburu walaupun harganya gak masuk diakal?


Mau tahu rahasianya?



Bila kita pernah mendengar teori abraham maslow tentang piramida kebutuhan manusia, ada sisi di mana manusia memiliki kebutuhan akan pengakuan sosial, setiap manusia memiliki sisi dimana dia butuh terlihat keren, butuh terlihat wah, butuh terlihat baik, pada intinya manusia memiliki kebutuhan dilihat dan diakui. Ada juga kebutuhan akan rasa aman, salah satunya rasa aman dari pandangan buruk sesama manusia.


Mata uang sosial adalah istilah untuk kebutuhan manusia akan terlihat keren dan pengakuan sesama. Iklan-iklan dan produk-produk di atas sukses karena mereka membuat strategi branding dan promosi dengan menggunakan mata uang sosial.



Iklan rokok marlboro dengan sosok koboynya yang terlihat keren membuat anak muda yang sedang masa-masanya ingin terlihat keren menjadi pencinta marlboro bahkan mampu membuat banyak anak muda menjadi perokok. Begitupun iklan djarum coklat memberi kesan bahwa dia adalah rokok nya para kawula muda pencinta alam. Motor mio sukses karena menjadi produk sepeda motor pertama yang mengakui hak eksistensi perempuan. Produk2 branded sukses memposisikan dirinya menjadi simbol kaum sosialita jet set, yang menjadi simbol penerimaan sosial di kalangan kaum jetset.


Nah bila kita mampu menjadikan produk kita mampu memenuhi kebutuhan target pasar kita akan kebutuhan pengakuan dan merasa keren maka kita bisa menerapkan strategi mata uang sosial ini sebagai salah satu strategi terbaik. Pertanyaannya bagaimana kita bisa mengolah produk, merk dan brand kita mampu memiliki mata uang sosial, jelas kita harus benar-benar mengenali dulu seluk beluk produk kita dan mengenali benar-benar siapa target kita...


Materi menggali dan memahami produk, menentukan dan mengenali target pasar ini dibahas secara detail di sesi kelas awal UKM Naik Kelas.



Bila anda sudah mampu menggali seluk beluk produk dan mengenali target pasar anda, langkah berikutnya anda tinggal belajar bagaimana mengolah value produk dari merk yang anda miliki bisa sesuai dengan nilai mata uang sosial target pasar anda.


Terakhir Saya ingin mengambil contoh sederhana, kenapa orang senang selfie dan menunjukkan lokasi dirinya saat berada di tempat yang menurut dia keren, unik, dan terkenal? karena dia ingin diakui.

Misal nih ada klien saya bisnisnya nasi goreng merk brandnya Nasi Goreng Jablay (Sekarang berganti menjadi Nasi Goreng Wajan Bara) ini sisi USP nya adalah saat memasak ada api besar menyembur, maka
target pasarnya anak muda yang pengen dilihat keren, pengen dibilang berani, bikin campaign tentang nasi goreng yang menguji adrenalin konsumennya, artinya Cuma orang-orang yang punya adrenalin tinggi yang berani makan di nasi goreng jablay.

Salam
Donie Pangestu
Coach, Trainer & Social Worker 
Founder Gradasi Foundation

Share this:

CONVERSATION

2 komentar: